Liburan..................

on Sabtu, 24 Desember 2011

Setelah beberapa bulan ini jatuh bangun di dunia persilatan (pendidikan maksudnya), akhirnya tiba juga waktu untuk melepas penat. Terlepas dari tugas - tugas pe en es dan menikmati hasil jerih payah selama ini. Kemana dulu ya buat ngehabisin uang, cei leh....gayanya,hehe...Ternyata sumpek banget di sekolah, apalagi setelah insiden bandung lautan emosi. Sekarang waktunya have fun bareng keluarga dan sobat-sobat.
Mau kemana dulu, ya....Tasik? Pangandaran? Bandung? or Jakarta aja kali, ya. Kemana aja boleh lah, asal terbebas dari mereka. Ntar mau upload ah foto-foto liburan nya...........Sip lah.

Rotasi

on Kamis, 22 Desember 2011



Setelah sekian lama mengajar di sana. Semakin hari semakin bertambah aja kekecawaan yang dirasakan, ya meski pun kebahagiaannya pun ada. Belakangan ini, mungkin hampir 90%, teman-teman di sana merasakan hal yang sama "Panas", padahal cuaca sering hujan, hehe.... Saya tidak tau pihak mana yang salah, tapi yang pasti tidak ada pihak yang mau disalahkan. Itu suatu yang lumrah, akan tetapi akan menjadi sesuatu yang tidak lumrah kalau tidak ada perubahan. Ya...berbuat adil seperti nabi Muhammad SAW memang tidak mungkin, tapi menutupi keburukan sekutunya dan menyepelekan usaha yang lain, hanya untuk membenarkan istilah keadilan yang dianutnya, merupakan suatu borok yang sangat besar. Akan jadi busuk bila dibiarkan, meskipun menggunakan "Puruluk" yang bagaimana pun.
Sekarang merupakan masa-masa yang bisa dibilang kritis dalam pengalaman Saya di sana. Sebagian besar mendambakan terjadinya suatu istilah yang sangat populer. Istilah yang berkaitan dengan terjadinya siang dan malam. Sangat diharapkan terjadi tahun depan! Semoga itu yang terbaik, karena yang menempati posisi sekarang, bisa dibilang "kurang" memperhatikan rakyatnya. Sungguh sangat disayangkan. Semoga saja Saya tidak merasakan menempati posisi seperti itu. Amien.

Last...But I hope not

on Kamis, 29 September 2011


Paper Jaringan Informasi

Salah satu ilmu yang Saya dapatkan ketika menimba ilmu di ITB,.....Wah...salah satu kenangan terindah. Ini adalah paper pada mata kuliah Jaringan Informasi dengan dosen Bpk.Yohanes Bandung. Awalnya kaget juga ketika mendapat tugas bikin paper dengan kriteria yang wah....Tapi,setelah dijalani,ternyata gampang juga dan menarik tentunya.Alhamdulilah...menjelang terakhir...heu...heu,ternyata paper Saya termasuk dalam kelompok dengan nilai tertinggi di kelas.Suatu kebanggan tersendiri,karena Saya dengan background pendidikan non TI,bisa menghasilkan sebuah paper dengan nilai tertinggi menurut seorang dosen ITB.Semoga bisa menimba ilmu lagi.Amin.

Ini merupakan paper karangan Saya,jika berminat silahkan download
My Paper.

Barudak X TI 2 Keur Diajar MateTI

on Jumat, 23 September 2011

Nuju Diajar Matematika campur jeung TI
ttd


Barudak X TI 2

Pengalaman XI AP 3 di dunia Maya


Sabtu, 24 September 2011
Hari ini, siswa XI AP 3 udah ulangan program Linier..............dan ............pada nge hang!!!!!!!!!!
Dilanjutkan dengan pengenalan tugas akhir tahun, yaitu membuat blog.
wah beuki rieut ieu mah.........

Insiden IT Security

on Senin, 19 September 2011

Satu lagu tugas yang menarik dari Pak Budi, yaitu mengumpulkan 3 insiden security di bidang IT yang terjadi pada tahun 2011. Insiden yang Saya temukan adalah

1. Jaringan di Kampus UPN “Veteran” Jatim di Hack Orang

Selain informasi, keamanan pada suatu jaringan informasi merupakan suatu hal yang penting. Tingkat keamanan pada jaringan informasi perlu terus dipelihara dan ditingkatkan supaya tidak di hack oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga mengakibatkan kerugian bagi pemilik dan pengguna jaringan informasi tersebut. Keamanan jaringan yang lemah mengakibatkan jaringan tersebut mudah dihack oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, seperti kejadian yang terjadi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur. Jaringan UPN sempat di hack orang tak dikenal, semua file gambar yang di request ke PROXY diganti dengan file bergambar tangan bertuliskan HACKED!.

Tapi tidak lama kemudian kerusakan itu dapat diperbaiki, dan sekarang semuanya berjalan lancar. Beruntung bagi UPN, karena kerusakan ini tidak sampai masuk ke database, jika hacker mampu masuk ke database tentu saja akan mengacak-acak semua konfigurasi database, data-data nilai, dan lain-lain. Pelajaran baru untuk kampus UPN dengan kejadian seperti ini, bahwa aset kampus harus dijaga dengan baik dan tidak boleh sampai hilang.

2. Sega pun Kebobolan

Selain Sony Playsation, Sega sebagai vendor game, ternyata jaringannya pun pernah di hack oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Setelah Sony kemarin mengalami masalah serius terkait keamanan informasi pelanggannya di Playstation Network dan layanan Qriocity yang berhasil dibobol penjahat cyber. Kini, kasus serupa pun menimpa Sega.

Data-data pelanggan Sega di situs Sega Pass berhasil dicuri oleh penjahat cyber. Database yang dicuri dari website Sega Pass, berisi informasi mengenai, nama pengguna, tanggal lahir, email, dan password yang dienkripsi. Meski demikian, pihak Sega berharap agar warga tetap tenang dan meminta untuk segera mengganti kombinasi password dan email pada komputer yang sering digunakan untuk membuka Sega Pass. Ini dilakukan untuk menghindari pencurian akun pengguna lainnya.

Dalam suratnya, Sega kembali menekankan bahwa passwords yang tersimpan dalam situs tidak berupa teks begitu saja, melainkan sudah dienkripsi. Ditekankan pula bahwa informasi pembayaran tidak ikut terlibat dalam pembobolan ini. Setelah peristiwa pembobolan ini, Sega memberikan peringatan kepada pelanggannya agar berhati-hati dengan kemungkinan kiriman email-email mencurigakan yang muncul di akun email pengguna. Sebab, para pembobol ini bisa saja mengirimkan email-email yang mengajak pelanggan Sega untuk memberikan informasi pribadinya. Tentu saja menggunakan alamat-alamat email pelanggan Sega yang berhasil mereka bobol.

3. Hacker menyerang Stasiun Penyiaran PBS

Serangan hacker semakin luas. Setelah mengacak-acak perusahaan kontraktor Lockheed Martin beberapa hari lalu, hacker kini menyerang stasiun penyiaran PBS.
Hacker mengirimkan artikel palsu ke situs PBS untuk program NewsHour pada akhir pekan lalu. Mereka menulis bahwa penyanyi rap Tupac Shakur yang dikabarkan tewas terbunuh pada 15 tahun lalu sebetulnya masih hidup dan tinggal di Selandia Baru. Hacker juga menuliskan informasi login untuk mengakses situs PBS.
Kejadian ini menambah panjang korban hacker. Sebelumnya hacker menyerang unit keamanan RSA milik EMC, e-mail pemasar Epsilon Data Management LLC, Hyundai Capital, dan Sony.


"Kebanyakan yang diserang memiliki tool dan teknik pengamanan diri yang bagus," kata Alex Stamos, Chief Technology Officer di perusahaan keamanan komputer iSEC Partners.


Korban-korban tersebut menunjukkan motif serangan yang beragam. Serangan ke Hyundai Capital bertujuan untuk mengekstraksi database yang mereka curi sebelumnya. Adapun serangan ke Epsilon untuk memanfaatkan e-mail dan mengirimkan situs palsu alias phishing untuk menipu korban demi mendapatkan informasi pribadi.
Di RSA, hacker mencuri data tentang sistem keamanan yang dijual perusahaan itu kepada kliennya. Adapun di PBS, hacker yang menamakan dirinya LulzSec, mengirimkan artikel palsu.

Referensi

[1] http://giriayoga.com/2011/02/07/jaringan-di-kampus-upn-veteran-jatim-di-hack-orang/

[2] http://www.tempo.co/hg/it/2011/05/31/brk,20110531-337847,id.html

[3] http://www.tabloidpcplus.com/2011/06/berita-teknologi/sega-pun-kebobolan/

Pengalaman Hidup

on Jumat, 16 September 2011


Setelah lama tidak update blog, ternyata ada script yang mesti di update. Akhirnya ngupdate juga. Hidup emang dipenuhi dengan cerita-cerita yang menarik bak sinetron yang biasa digandrungi oleh ibu-ibu, beberapa remaja putri, dan bahkan oleh bapak-bapak atau remaja putra. Salah satu yang menarik dan mungkin lumayan menyita energi adalah kegiatan mengurus perijinan perkuliahan...MMmmmmmhhh ada juga golongan manusia seperti itu.
Selama 1 bulan kemarin (Agustus 2011), kegiatan perkuliahan di STEI ITB sudah dilaksanakan, mulai dari kegiatan penerimaan mahasiswa baru, matrikulasi, dan perkuliahan itu sendiri...(Akhirnya bisa merasakan juga kuliah di ITB,hehe). Ternyata seru juga kuliah di ITB, baru satu kali pertemuan, tugasnya sudah wow...dahsyat. Menarik dan menyita energi, seru!!
Pernah suatu kali pertemuan, ada kuliah umum bersama seorang pengusaha yang sangat hebat, beliau juga menulis buku yang laaarrriiisss, yang menyoroti masalah manajemen resiko. Pada suatu sesi, beliau berkata," Kalau bisa dipersulit, kenapa mesti dipermudah. Slogan siapa, ya? Katanya dari golongan kalian,tuh." Kami cuma bisa tertawa.
Ternyata....ucapan beliau terbukti! Saya sampai merasakannya sendiri...Waduh...Mugia abi dilindungan ku Allah. Tong sampe jadi kawas golongan seperti itu. Kawas gado-gado pokona mah. Mendingan gado-gado mah enak, ieu mah enegh. Dahsyat!

Ramadhan yang penuh perjuangan

on Selasa, 16 Agustus 2011

1 Agustus 2011
Sebuah perjuangan ditengah-tengah perjuangan-perjuangan yang lain. :)
Memanfaatkan waktu untuk ikhtiar, sebelum waktu itu datang. :)
Bismillahirahmannirohim
Dengan dukungan dari berbagai pihak, keluarga pastinya....Kepala Sekolah.....Pa Wastandar......Pa Irwadi....Sobat-sobat sesama pejuang pendidikan di SMKN 1 Banjar....serta pihak-pihak yang lain
Akhirnya, Saya putuskan YA....SAYA AMBIL!

Tanda2 Kiamat

on Senin, 16 Mei 2011

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?”

.

Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.” Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :

.

1. Asap
2. Dajjal
3. Binatang melata di bumi
4. Terbitnya matahari sebelah barat
5. Turunnya Nabi Isa A.S
6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
7. Gerhana di timur
8. Gerhana di barat
9. Gerhana di jazirah Arab
10. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.

Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang , asap akan keluar dari hidung, dan dubur mereka.

Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan Nabi Sulaiman A.S. Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.

Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan Nabi Muhammad S.A.W.

Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”

Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datag di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat.”

Sumber: luvislam92.blogspot.com

Another one

Hari itu hari Selasa, tanggal 27 Oktober 2009. Ya, benar, hari Selasa. Masih teringat dengan jelas di otak saya, kejadian yang tak akan terlupakan seumur hidupku. Saya tiba di rumah jam 17.00 WIB, tak seperti biasanya. Biasanya saya pulang jam 14.00 WIB, tapi hari ini ada pengayaan di sekolah terus dilanjutkan dengan les matematika di rumah Pak Ihsan. Wah, sungguh pusing otak saya.

Oh, iya, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Kevin, tepatnya Kevin Andreas Rossi. Saya tidak ada hubungan keluarga dengan pembalap terkenal itu, hanya saja ayah saya adalah penggemar fanatiknya. Umur saya 18 tahun. Saya bersekolah di sebuah sekolah negeri terkemuka di kota Banjar, kota yang baru berdiri, setelah lepas dari kota Ciamis. Saya tinggal di rumah sederhana, di daerah timur Banjar. Saya kurang menyukai daerah ini, ya begitulah, nanti saya ceritakan. Saat ini saya duduk di kelas 3 IPA 1, sebentar lagi saya akan mengikuti UN. UN ya UN sungguh menakutkan bagi sebagian siswa, menantang bagi sebagian siswa, dan hambar bagi siswa lain yang tak peduli akan masa depan pendidikannya.

Pengayaan tadi membahas mengenai bab limit, ya, itu pelajaran matematika. Saya gak tahu harus senang atau tidak pada matematika, yang jelas saya merasa tertantang untuk meyelesaikan soal – soalnya. Setelah pengayaan, saya dan beberapa teman saya langsung ke rumah Pak Ihsan, les matematika. Hmm…matematika lagi, ya bagaimana lagi, matematika is one important lesson in UN. Penat sudah otak saya, saya pengen segera pulang, merebahkan diri di kasur yang empuk sambil melihat kontes kreatifitas orang Jepang. Mandi…, saya gak kepikiran untuk mandi, gak apa kali ya kalo sesekali gak mandi. Akhirnya les selesai, saatnya pulang, yeeaaa… so happy I am.

Rumah, saya sudah tiba di rumah jam 17.00 WIB. Tapi, kenapa jam segini, rumah saya terasa begitu sepi. Biasanya ibu dan ayah sedang duduk di teras rumah. Ada perasaan aneh ketika memasuki gerbang rumah, semilir angin dingin membuat buluk kudukku berdiri. Badan terasa tak karuan panas, dingin, dua – duanya aku rasakan. Sungguh bukan utopia yang biasa saya rasakan.

Tok…tok..tok…

Assalamualaikum..bu…yah…

Assalamualaikum…

Tak ada jawaban, kemana mereka, ya

Emm, duduk saja diteras rumah, ah. Kali aja mereka sebentar lagi pulang. Sudah 15 menit saya menunggu, hari semakin sore. Layung senja menampakan dirinya. Indah juga sore ini, tak biasa saya merasakan penampakan layung senja di sore yang cerah.

Vin…Kevin..

Hahh…

Suara itu menyadarkanku dari lamunan, itu suara bibi saya.

Ada apa, bi

Ibu dan ayah mu sedang pergi ke Cikupa. Ada keperluan, ayo tunggu di rumah bibi saja.

Akhirnya saya ikut ke rumah bibi, tak jauh dari rumah saya. Ada apa, ya, ayah dan ibu ke Cikupa. Setau saya, saya tidak punya saudara di sana. Males juga saya menanyakannya ke bibi. Begitu tiba di rumah bibi saya, langsung saja merebahkan diri di kursi, sementara bibi dan anak-anaknya ada di lantai dua. Rumahnya emang bertingkat, tingkat dua tepatnya. Tak taunya saya ketiduran.
___Bersambung___

Naruto

on Minggu, 01 Mei 2011

Bagi Anda yang menyukai anime Naruto, kayanya wajib baca info ini. Naruto ternyata berasal dari Indonesia!! Gak percaya?Check this out
Naruto.

Dari teman

on Jumat, 22 April 2011

"Sepotong besi lurus yang dicelupkan ke dalam air terlihat bengkok, padahal sebenarnya besi itu lurus"
Manusia terkadang melihat orang lain seperti itu..........

UN 2011

on Senin, 18 April 2011



Hari ini merupakan UN pertama, Saya dan rekan-rekan guru telah berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu siswa menghadapi UN. Hanya sampai pembelajaran di kelas lah, tanggungjawab itu ada pundak kami, setelah itu bukan menjadi tanggungjawab kami lagi. Itulah niat kami.

Tokoh-Tokoh Matematika

on Jumat, 15 April 2011

polyaIngat nama George Polya, matematikawan Hongaria (1887 – 1985), bapak “pemecahan masalah”? Ph. D. dari Universitiy of Budapest, ini fenomenal: menulis 250 makalah dan 3 buku, umumnya tentang ‘pemecahan masalah’. Bukunya “How to Solve It” laris manis, dialihbahasakan ke-15 bahasa. Yang menarik di sini, Polya mewariskan “Sepuluh Perintah untuk Mengajar (Ten Commandment for Teachers).



fibonacci1“Kekuatan terbesar dalam perhitungan modern terdapat pada tiga penemuan: notasi [bilangan] Arab, bilangan berbasis sepuluh dan logaritma”
(The miracuolus powers of modern calculation are due to three inventions:the Arabic Notation, Decimal Fractions, and Logarithms)

Florian Cajori

Riwayat
Signifikansi perkembangan matematika pada abad pertengahan di Eropa seiring dengan lahirnya Leonardo dari Pisa yang lebih dikenal dengan julukan Fibonacci (artinya anak Bonaccio). Bonaccio sendiri artinya anak bodoh, tapi dia bukan orang bodoh karena jabatannya adalah seorang konsul yang wewakili Pisa. Jabatan yang dipegang ini membuat dia sering bepergian.

pythagorasApabila bilangan mengatur alam semesta, Bilangan adalah kuasa yang diberikan kepada kita guna mendapatkan mahkota, untuk itu kita menguasai bilangan.
If “Number rules the universe, Number is merely our delegate to the throne, for we rule Number.”

Pythagoras

Masa kecil
Pythagoras lahir di pulau Samos, Yunani selatan sekitar 580 SM (Sebelum Masehi). Dia sering melakukan perjalanan ke Babylon, Mesir dan diperkirakan pernah sampai di India. Di Babylon, teristimewa, Pythagoras menjalin hubungan dengan ahli-ahli matematika. Setelah lama menjelajah pulau kecil, Pythagoras meninggalkan tanah kelahirannya dan pindah ke Crotona, Italia. Diperkirakan Pythagoras sudah melihat 7 keajaiban dunia (kuno).

polyawarna2Apabila Anda tidak dapat menyelesaikan problem, maka ada problem termudah yang tidak dapat Anda selesaikan: menemukannya.
(If you can’t solve a problem, then there is an easier problem you can’t solve: find it)

George Polya

Masa kecil
Pasangan suami istri berdarah Yahudi, Jakab Polya dan Anna Deutsch, menikah dan lahirlah Geolge Polya sebagai anak keempat dari lima bersaudara. Keluarga ibu sudah beberapa generasi tinggi di kota Buda, namun pada tahun 1872, kota Buda digabung dengan kota Obuda dan Pest dan hasil merjer kota ini adalah kota Budapest. Meskipun menyandang nama Polya sebagai nama keluarga dan anaknya awalnya bernama Gyorgy (kemudian disebut George) ketika baru lahir, namun nama Polya ini hanya disandang selama lima tahun.

My Word

Long life education is more valuable than money

kata

on Selasa, 29 Maret 2011

Ternyata harga sebuah kata bisa sangat mahal...........Bahkan melebihi harga barang termahal yang pernah kita beli.

Aku, Kenangku, dan Jangkauku

on Jumat, 25 Maret 2011

Aku, Kenangku, dan Jangkauku

Oleh Deni Suharyanto, S.Pd.

Sudah seperempat abad aku menginjakan kaki di dunia. Manis, asam, pahit, dan hambar, sebagian pernah aku rasakan. Dari para senior aku belajar menghadapinya. Maju, mundur, bahkan stagnatis pun pernah aku lakukan ketika menghadapinya. Tak ingin aku mengulang waktu, buat apa, kembali lagi ke sana? Tak berguna…pemimpi sejati, aku bukan itu!

Sabtu tengah malam, 13 April, 25 tahun yang lalu, aku dipercayakan oleh-Nya untuk mulai nafas di dunia. Dengan bantuan seorang bidadari yang merawatku, seorang ksatria yang melindungiku, dan ajudan-ajudan yang membantuku, aku bisa menikmati hidupku. Ketika usiaku menginjak 18 tahun, aku terjerat permasalahan-permasalahan yang membebaniku, pikiran dan jasadku.

Dua hari sudah aku lulus dari sebuah SMA terkemuka di kotaku yang tak pernah banjir. Aku termenung di pinggiran kolam di belakang rumahku, menatapi ikan yang terbang dalam dunia mereka, bebasnya, fantastis. Aku udah lulus, mau apa lagi? Kerja? Bisa apa aku, kuliah? Kemana? Bakal keterima gitu? Bbiinguuung ...

(Prang…) suara itu membuyarkan lamunanku...

Ahh....bertengkar lagi...

“Kenapa sih mereka, gak tau apa, anaknya lagi kebingungan”, gumamku.

Yah, sudah 2 bulan ini orangtuaku sering beradu kata. Gara - gara setan itu! Setan yang merayu ayahku, sehingga mengkhinati ibuku. Ibuku sakit, adiku sakit, aku....sakiiittt...

Kenapa hal ini terjadi ketika aku akan menentukan langkah hidupku, KENAPA???

Keesokannya, ketika pengangguran ini masih ada dalam buaian mimpi...

“Rooonallld...Ronald...ada surat testingan...”

suara itu, suara ibuku, menamparku dari buaian mimpi..

“Emm....yyaaa...”, jawabku.

“Heh...Hwuuaahh...”,aku membuka surat itu sambil menguap.

“Hhaaahhh....”

“Yeehhh....”

“Asyikkk...”

“Aku keterimaaaa....”, teriakku ketika mengetahui isi surat itu.

Ternyata itu bukan surat testingan. Itu surat pemberitahuan bahwa aku dapat beasiswa untuk kuliah di Utrecht, salah satu universitas terkemuka di Belanda.

“Mmama...ma...mama, aku keterima kuliah di Utrecht Belanda”.

Ibuku yang sedang mencuci baju, kaget buka kepalang. Ia langsung memelukku dengan pandangan yang berkaca kaca, menahan tangis kebahagian.

“Ayah mana, bu? Adik mana?”, tanyaku dengan semangat

“Adikmu sekolah, Ayahmu....pergi ke rumah “DIA””, jawab ibuku

Dia?

Yah aku tau,

Wanita tak tau diri, wanita bejad, makhluk yang mengganggu kami.

Aku mau susul ayah, bu...

Aku mau ngambil ayah lagi, bu

Aku mau keluarga kita bahagia sebelum kepergianku...

Segera ku bersiap-siap menemui ayahku, ayah sedang terbuai rayuan setan.

Yah, aku tau, aku tau, tempat mereka sering bertemu.

30 menit sudah aku mengendarai motorku, aku tiba di depan restoran sunda dengan gurame sebagai makanan andalannya.

Itu mobil ayah, aku memarkirkan motorku. Itu mereka, yah, aku melihat ayah yang aku sayangi, untuk kesekian kali, berdua dengan wanita, bagai remaja yang terpanah asmara untuk pertama kali. Hatiku tersayat lebih dalam, aku harus beranikan diriku, aku harus bisa. Aku pasti bisa.

Kali ini aku memberanikan diriku menemui ayahku dengan wanita pengganggu di sisinya.

“Yah, sedang apa?”, tanyaku dengan muka berhias senyuman mesem.

“Haah, Nal. Ronalld, sedang apa kamu di sini? Dari mana kamu tahu ayah di sini?”, jawab ayahku

“Eh, Ronalld, apa kabar?”, sapa wanita itu

Tak aku tanggapi

“Najis aku menanggapimu”, gumamku

“Yah, Ronalld ada berita”, lanjutku

Sambil mencoba menahan butiran air dari sepasang mataku, aku melanjutkan ucapanku

“Ronalld dapat beasiswa, beasiswa dari Utrecht, di jurusan pendidikan matematika”

Aku mencoba tersenyum ketika mengatakan itu…Susah…Tapi aku bisa

“Yang bener, Nal?”

“Iya Yah, ini suratnya”

Ayah lalu membuka surat beasiswa itu, membacanya dengan seksama

“Wahh hebat anak ayah ini, kamu mau hadiah apa? Ayo sebutkan? Ayo…”

Aku terdiam, dadaku sesak melihat ayahku bersama wanita itu, tenggorokanku seakan tertusuk ratusan paku, sakittt…

“Emmh…beneran, Yah”.

“Tentu saja, ayo katakan!”

Ayahku lupa keadaan dia sekarang, ini kesempatanku

“Yah…Satu keinginan Ronalld. Ayah kembali ke Ibu, tinggalkan wanita pengganggu ini!”

“Hey…Apa kamu bilang”, wanita itu mulai berucap lagi

“Saya harap Anda diam, ini bukan urusan Anda. Seharusnya Anda diam saja, Diam adalah kewajiban Anda. Sebelum saya bertindak menanggapi Anda yang tidak mau diam. Saya tidak mau itu. Jadi, diam saja Anda!”

Rangkaian kalimat itu terucap begitu saja dari mulutku, bendungan emosiku mulai bocor melihat dan mendengar wanita itu

“Sudah…sudah…”, lerai ayahku

“Ayo, Ronalld kita keluar sebentar. Kita bicarakan di luar…”

Kami meninggalkan wanita itu, dia hanya duduk diam, memandangi kami dengan mata sinisnya. Aku tak peduli.

“Yah, Ronalld ingin ayah rukun lagi dengan ibu. Ronalld ingin sebelum pergi ke Belanda, merasakan keluarga kita utuh lagi, seperti dulu…bahagia”, pintaku

Ayahku terdiam, mendengar ucapanku…

“Ayah tak tau, Nal”

Dengan tenggorokkan yang semakin sakit, aku melanjutkan ucapanku. Kali ini harus tajam, tekadku.

“Emm…Emangnya ayah tidak bangga, mempunyai anak secerdas aku. Buktinya, sekarang saya dapat beasiswa, bukan untuk universitas di dalam negeri, tapi universitas di luar negeri! Utrecht itu berstandar internasional, lho. Dari 100 siswa berprestasi di sekolah, hanya 5 orang saja yang diterima”.

Ayahku semakin terdiam mendengar ucapanku

“Kalau lulus dari sana, langsung diambil oleh pemerintah. Dapat jabatan di depertemen pendidikan nasional. Ayah mau, aku tak mengakui ayah ketika sudah jadi orang sukses! Ayah mau?”

Ayahku mulai melihat wajahku, wajahku yang memerah, akibat campuran semangat, amarah, dan kebahagian. Sekitar tiga menit kami hanya bertatapan, tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut kami

“Ronalld...”

Tak kusangka, ayahku langsung memelukku, memeluk dengan erat.

“Ayah tak mau kalo dibuang oleh anak–anak ayah, ayah tak mau. Bukan jabatan atau harta kalian, tapi ayah tak mau kehilangan kasih sayang dari kalian..”

Tak terasa, aku pun memeluk ayahku, butiran air mata yang aku tahan, tak terbendung lagi, mengalir melewati pipiku…

“Ronalld dan ade juga gak mau Yah..”

“Kembali lagi ke Ibu, ya, Yah, kita bentuk lagi keluarga yang bahagia, melebihi yang dulu…”

Ayahku melepaskan pelukkannya, dia menatapku sebentar lalu pergi ke dalam restoran, menemui wanita itu. Dari luar aku melihat ayahku ngobrol dengan wanita itu, wanita itu mulai menunjukkan emosinya, ayahku tak peduli. Beberapa saat kemudian, ayahku keluar, wanita itu hanya duduk lesu.

“Ayo kita pulang, Nal”

Setibanya di rumah, hujan air mata menyelimuti kami. Bukan air mata kesedihan seperti dulu, ini air mata kebahagiaan. Tak beberapa lama kemudian, adikku pun bergabung. Sungguh sejarah hidup yang tak mungkin aku lupakan.

Keesokan harinya, selama seminggu, aku dan empat rekanku sibuk mempersiapkan surat-surat untuk melengkapi persyaratan beasiswa.

“Beres sudah akhirnya, yeeaahh….kita ke Belanda besok, ha..ha..ha”, teriak kami

“Tidak”, kata guruku

“Kalian akan kuliah persiapan dulu di Universitas Sriwijaya selama setahun, setelah itu baru kalian ke Belanda”, lanjutnya

“Aahhh...”, teriak kami

“Tak apa yang penting kita bakal ke Belanda, satuju barudak”, ucapku

“SATUJU”, balas mereka

Kita pun tertawa bersama–sama. Yah itulah luapan kebahagian kami.

Dalam program beasiswa ini, saya dan Budi mengambil jurusan mathematic education, Indah dan Aryo mengambil statistic, dan Taka mengambil psychology. Aku mengambil jurusan ini karena aku ingin menjadi guru matematika, seperti guru SMAku. Karena bantuan beliau, saya mendapat ini.

“Nal…siap–siap buat besok, ya?” tanya ibuku

“Iya, bu”, jawabku

“Ayo kita makan dulu”, ajak ibuku

Ketika di ruang makan, aku kaget. Selain ada ayah dan adikku, juga sudah berkumpul nenek dan semua saudara–saudaraku. Aku terharu, tapi aku tak boleh nangis. Sungguh makan malam yang berkesan dalam, sangat dalam.

Besoknya, aku diantarkan oleh semua anggota keluargaku ke bandara. Di sana sudah menunggu teman–temanku. Mereka juga diantar oleh keluarganya masing–masing, tak kalah banyak dari keluargaku.

Setelah menunggu satu jam, akhirnya kami pun siap berangkat. Aku berpamitan kepada seluruh keluargaku. Selamat tinggal semuanya, aku akan pergi untuk belajar, untuk kalian. Dari kejauhan, aku bahagia melihat ayah, ibu, dan adikku berkumpul. Kami jadi keluarga yang bahagia, lagi.

Universitas Sriwijaya,kami datang…

Sudah hampir setahun kami menimba ilmu di Universitas Sriwijaya. Di sini, selain mendapat materi sesuai jurusan yang kami ambil, kami pun mendapat informasi mengenai Belanda dan juga kursus bahasa Inggris. Sungguh pusing, beneran, pusing. Tapi kami bahagia. Kami belum pernah pulang ke rumah, untuk mengobati rasa rindu, video call lah yang membantu kami. Alhamdulillah, aku melihat keluargaku bahagia, bahkan sekarang aku mempunyai adik baru. Senangnya. Teringat lagi masa kelam itu, ahh, tak peduli aku. Biarlah itu berlalu.

Kuliah hari ini hampir selesai, kemudian Mr. John masuk ke kelas kami menginformasikan mengenai keberangkatan kami ke Belanda.

Good afternoon all, I have information for you about scholarship program to Utrecht. We will go to Dutch on next Tuesday, before that, you can see yours family for 3 days before we go to Dutch”, kata mr. John

“Yeeaaahhhhhh”, kata kami

Ok, I’ll continue the information. We’ll go to Dutch from Jakarta, so prepare yours self. All about preparation for that, I’ve include it in this letter. Please read it carefully”, lanjut mr. John.

Akhirnya kami mempunyai waktu bertemu keluarga kami, sebelum berangkat ke Belanda, karena tiga tahun berikutnya, kami pasti tidak bisa bertemu. Keesokan harinya, kami menyempatkan membeli oleh–oleh untuk keluarga kami. Dua dus penuh aku persiapkan. Malamnya saya menyempatkan diri melakukan video call dengan ibuku

“Bu…Ronalld besok mau pulang”

“Yang bener? Mau dipasakin apa? Ayo apa, jawab ibuku dengan semangat”

“Emmm…apa ya…Oh iya sambel goreng pete dan gurame goreng pedaaasss banget…”

“Baik,say”.

“Asyikk…”

“Ayah mana?Adik?”

“Oh, ayahmu lagi ngajak adikmu jalan–jalan ke plasa..Ada yang harus dibeli buat tugasnya. Ayah sekarang sudah berubah, lebih perhatian dengan keluarga”.

“Syukurlah bu”

Tak terasa satu jam berlalu aku habiskan untuk mengobrol dengan ibuku. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku pun segera membaringkan jasadku di kasur, karena jam 8 pagi besok aku harus segera terbang dengan burung besi, menuju istanaku.

Di pesawat, aku sudah membayangkan apa yang akan aku lakukan di kampung halamanku. Aku catat semua kegiatan yang aku lakukan di buku harianku

“Baiklah, aku akan main ke rumah bi Enih, bi Sisi, dan tentu saja ke rumah Eyang, terus apa lagi ya,…, oh iya, hiking ke gunung bareng Hira, Ripan, Andis, dan si kecil Wiyi, terus ngasih makan si lobi, lobster – lobster kesayanganku.Uuuhhhh, tak sabar aku”, kataku dalam hati

Ini gang menuju rumahku, di daerah yang enggan ku ingat. Selangkah demi selangkah, aku mendekati istanaku dengan pagar berwarna hijau. Aduh berat juga ya barang bawaanku, tak apalah, aku senang.

Di depan pagar rumah, aku melihat sesosok bidadari yang sedang menyapu halaman, itu ibuku. Ksatriaku pun ada, sedang asyik dengan ayam kesayangannya.

“Iiiiiiiiiiiiiibbbbbbbuuuuuuu, makan dengan apa?”

Aku tau suara itu, bonekaku yang lucu, itu adikku. Tak kuasa aku menahan bahagia, aku langsung berlari menuju ibuku, aku langsung memeluknya

“Ibuuu”, Ronalld pulang

Ibuku kaget, ayahku langsung melepaskan ayamnya

“Ronalld…Ronalld…”, hanya itu yang diucapkan ibuku sambil balas memelukku

Air matanya mengucur, keringatnya semakin deras. Ayahku ikut memelukku, adikku keluar dari rumah, memelukku juga. Oh, so happy I am.

Tak terasa, dua hari sudah aku lewatkan, berbagai kegiatan yang ku rencanakan sudah berhasil semua ku lakukan. Besok hari terakhir aku lewati di daerahku, Dutch…here I come.

“Bu, mau beli tela - tela dulu”, kataku

“Nitip A, rasa pedas manis ama planet lemon”, timbal adikku

“Uangnya mana?”

“Uuh...traktir dwong”

“Iya,iya”

Aku segera naik si merah, motor kesayanganku, aku melaju si merah menuju warung tela-tela, dekat alun-alun kotaku. Warungnya ada di sisi jalan cukup sempit tapi sering dipenuhi pembeli, warumg ini mulai buka jam 4 sore. Satu belokan lagi aku sampai,

dhuuuaakkkk.....prang.....

.....

.....

“Wey...ada yang tabrakan...tolong...cepat tolong...”

itu suara terakhir yang aku ingat...

“Emmh...aduh pusing sekali kepalaku”

Aku membuka mataku, langi–langit berwarna putih yang aku lihat. Kenapa ini, aku...tanganku terasa lemah, aku tidak merasakan kakiku. Ada apa ini? Aku menoleh ka arah kiri,selang infus menuju tanganku. Tangan dan kakiku terbelit perban. Kepalaku juga...kulihat ibuku tertidur di samping tempat tidur, adik dan ayah tertidur di lantai kamar beralaskan karpet bulu bercorak si raja hutan.

“Bu…bu…”, panggilku dengan suara lemah

Kenapa ini, suaraku lemah sekali, seakan–akan tenggorokkan ku tertusuk ribuan paku, perih!

Ibuku terbangun mendengar rintihanku memanggilnya.

“Eh, Ronalld…dah bangun Nal”.

“Ronalld kenapa, bu…?”

Setetes air mata mulai mengalir dari kedua mata ibuku, semakin terlihat kalau beliau sudah lama menangis…menangis meratapi keadaanku.

“Emm…kenapa, Nal?…Oh…emmhhh…”, ibuku terlihat tersedu – sedu menjawab pertanyaanku.

“Kamu kecelakaan, Nal, di pertigaan dekat alun-alun”.

Ya, aku mulai ingat…tak terasa air mataku perlahan pergi dari sudut mataku menuju pipi, tak deras memang, tapi terasa menyakitkan. Apalagi ketika kuingat bahwa besok aku sudah harus pergi ke Jakarta menuju negeri kincir angin. Cobaan apalagi ini, AKU GAGAL……

Semakin deras air mata keluar dari kedua mata ibuku ketika melihat aku menangis.

“Sabar, ya, Nal, sabaarrr…”, ucap ibuku disertai dengan tangisan

Aku tak berkata lagi…akhirnya tertidur dengan mata lebam dan ditemani kesedihan yang luar biasa bagiku.

Keesokan paginya, terdengar pembicaraan antara ayah dan dokter

“Anak bapak harus istirahat sekitar satu bulan”

“Bagaimana keadaan anak saya sekarang, dok?”

“Emm…tulang kaki dan tangan anak bapak retak, dan ada beberapa radang di otot perut dan kapalanya”, balas dokter sambil melihat laporan pemeriksaan dari asistennya

“Seriuskah, dok?”

“Tidak, tidak terlalu serius, banyak istirahat dan jangan terlalu banyak bergerak”.

Tersentak aku mendengar pembicaraan itu. Tak lama setelah dokter dan asistennya pergi, ibu, ayah, dan adikku mendekatiku. Mereka mulai menghiburku.

“Bu…Yah…, tolong hubungi pihak kedutaan Belanda. Nomornya ada di handphone Ronalld, tolong urus beasiswa Ronalld”, pintaku dengan suara lemah.

“Iya…., tenang aja”, jawab ayahku.

“Ah…gagal deh, dapet beasiswa…”

“Tenang aja A, nanti pasti ada rezeki yang lain”, timbal adikku

Aku hanya tersenyum mendengar perkataan adikku. Bisa juga dia bijaksana.

Jam menunjukkan jam 10 pagi, aduh bosan banget di sini. Tak ingin aku mengingat kecelakaan itu. Terbayang olehku, teman - temanku sekarang pasti on the way to Dutch. Ah, sudahlahh…tak usah ku ingat lagi, bukan rezekiku. Sekarang aku harus segera pulih, harus segera berusaha lagi.

Hari–hariku mulai ku lewati di rumah sakit negeri terkenal di kotaku, di ruang Bougenville no.13. Dokter dan suster datang dan pergi sesuai jadwal, mengawasi perkembangan kesehatanku. Penjenguk pun tak mau kalah, mulai dari saudara–saudaraku sampai teman–teman orangtuaku. Hal yang paling ribet adalah mandi dan buang air, sungguh tak mau aku ulangi lagi. Sudah 25 hari aku di sini, perban dari kaki dan tanganku sudah dilepas, tinggal perban yang ada di kepala yang masih betah. Suaraku pun sudah bertenaga dan tidak ada lagi perih–perih di perut dan dadaku.

“Bu, kapan pulang, sih? Udah bosan nih, di sini”

Ibuku tersenyum mendengar pertanyaanku

“Kita tanya dokter, ya, sebentar lagi ke sini”.

Ketika dokter datang dan memeriksaku, informasi yang ku tunggu pun terlontar darinya.

“Anak ibu bisa pulang besok, sekarang saya akan buka perban dari kepalanya”, ucap dokter itu yang kemudian melepas perban dari kepalaku

“Di rumah jangan melakukan pekerjaan yang berat–berat dulu”, lanjutnya

Aku tersenyum mendengarnya,

“Kalau sore ini pulang, gimana, dok?” tanyaku bersemangat

“Sudah tidak pusing lagi?”

“Tidak”, jawabku dengan tegas

“Sebentar saya periksa lagi, ya”.

“Kalau memang tidak ada keluhan lagi, saya pikir bisa pulang nanti sore”.

“Yeah”, kataku

Ibuku hanya tersenyum melihat tingkahku

Setelah memeriksaku, dokter dan asistennya pergi meninggalkan kami

“Ayah dan adik mana, bu? Kita pulang hari ini”.

“Ayahmu kan kerja, adikmu sekolah. Sebentar ibu telp ayahmu dulu, untuk mempersiapkan kepulanganmu”.

“Oke”.

Setelah mengurus administrasi di rumah sakit, akhirnya…rumah…….here I come, haha..

Aku pulang dan aku bahagia

Hari-hari berikutnya aku lewati dengan istirahat, bermain dengan keluargaku dan sesekali membaca buku matematika. Aku agak trauma sebenarnya ketika kuingat kegagalanku mendapat beasiswa, aku jadi malas membaca apalagi berlatih bersama pelajaran-pelajaran yang dulu menjadi sahabatku melewati waktu di dunia. Tapi, ada rasa rindu untuk bercengkrama dengan mereka lagi dan rasa itulah yang mengalahkan rasa malas dalam diriku.

Lalu suatu hari suatu mukjijat datang kepadaku, ya, aku ingat, waktu itu hari Rabu, pukul 08.57 WIB. Ayahku menelpon dari kantornya, beliau memberitahukan bahwa ada tes CPNS untuk jenjang pendidikan SMA sebagai tenaga administrasi di sekolah. Aku harus ikut. Itu tekad dalam hatiku, aku tidak mau jadi pengangguran, sampah masyarakat.

Setelah mendapatkan informasi itu, aku mulai mempersiapkan diri. Aku belajar 10 jam setiap hari, aku tidak mau gagal, aku tidak mau direndahkan oleh mereka, orang yang sok ngaku jadi tetanggaku. Itu yang aku tidak sukai dari lingkungan ini.

Satu minggu, ya, hanya satu minggu waktu yang diberikan untuk mengurus administrasi untuk mengikuti tes CPNS. Tidak akan ku sia-siakan. Emm, meskipun harus berurusan dengan orang bermata hijau dan hedonis. Tak aku pedulikan, yang penting aku harus berhasil.

11835 0036, itu nomor tes yang aku dapatkan. Aku kebagian tes di SMA ku dulu, waduh…malu juga bertemu dengan guru-guruku. Never mind…lifes must go on.

Besok aku tes, malam ini aku gak mau belajar. Pusing juga belajar terus. Tidur, ah. Besoknya, setelah shalat subuh, aku senam di taman belakang rumahku, lumayan buat penyegaran menjelang tes.

“Bu, Yah, Dik, do’akan, ya,”pintaku pada keluargaku

“Semoga berhasil, Nal. Do’a kami bersamamu,” jawab ibuku

“Smangat, A,” jawab adikku

“Kamu pasti bisa, Nal”, lanjut ayahku

Aku berangkat dan aku pasti berhasil. Tak ada yang bisa menghalangiku.

Empat jam sudah aku mengikuti tes, ketika keluar dari ruangan…waduh silaunya ketika melihat lingkungan di sekitarku. Mungkin aku terlalu serius ketika menjawab soal-soal tes tadi. Ketika tiba di rumah, tenagaku sudah habis tapi aku malas makan, pikiranku dipenuhi dengan soal-soal dan kecemasanku menanti hasil tes. Lebih baik aku tidur saja. Tidak ada yang mengganggu. Mereka sudah memaklumiku kali, ya, hehe…

Ketika kelopak mataku terbuka, ternyata sudah jam 7 malam. Waduh laparnya perut ini, makan dulu, ah.

“Gimana tes tadi, Nal?” tanya ayahku

“Emmm…susah juga soalnya”.

“Tenang A amah pasti bisa,” kata adikku

“Iya, kamu pasti lulus, Nal”, lanjut ibukku

“Insya allah, semoga saja”, jawabku

Hari demi hari ku lalui dengan ditemani rasa cemas, teman baruku. Cemas, ya, cemas menanti hasil tes yang akan diumumkan di surat kabar. Menurut pengumuman, informasi mengenai kelulusan tes CPNS akan diumumkan dua minggu setelah tes dilaksanakan di surat kabar daerah. Pasrah dan yakin bahwa aku akan lulus, itu yang ada dalam pikiranku.

Besok pengumuman tes, waduh semakin deg-deg an aja. Aku tidak enak makan, susah tidur, pokoknya gelisah yang aku rasakan. Jam dinding masih menunjukkan pukul 04.30 pagi.

“Ronalld, Ronalld, bangun, bangun, cepat”, panggil ayahku

“huuahh…hhmmm…hhehh, iya”, jawabku

Hasil tes…hasil tes…aku langsung teringat hasil tes, aku segera membuka pintu kamarku dan menuju ayahku, di sana sudah ada ibu dan adikku yang sedang melihat pengumuman tes di koran.

“Ronalld, kamu lulus! Lihat, ini pengumumannya”, jawab ayahku dengan semangat

“Manaa...”

Aku langsung melihat pengumuman di koran, ya, di sana sudah tercantum namaku. Aku lulus. Aku lulus. Ya Allah…aku lulus. Terimakasih. Tak terasa tubuhku langsung loncat sambil mengacungkan Koran dan berteriak AKU LULUS!

Selesai